Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for VPN
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query VPN. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query VPN. Sort by date Show all posts

Sunday, 14 June 2026

Dua ponsel dan satu aplikasi, inilah cara warga Rusia mengatasi tirai besi digital yang diterapkan oleh Putin

Dua ponsel dan satu aplikasi, strategi yang digunakan oleh warga Rusia untuk menembus tirai besi digital yang diciptakan oleh Putin

Indonesia, Perssilam News - Di sebuah kafe yang tenang di Moskwa, seorang desainer interior tampak sibuk dengan ponselnya. Ia tidak sekadar berkirim pesan. Ia harus menyalakan Virtual Private Network atau VPN terlebih dahulu. Tanpa alat ini, ia tidak bisa membuka WhatsApp untuk mengobrol dengan teman di luar negeri. Pemerintah Rusia telah memblokir aplikasi tersebut sepenuhnya. Beberapa menit kemudian, ia mematikan VPN itu. Ia perlu mengakses situs Kereta Api Rusia untuk membeli tiket. Situs resmi pemerintah ini melarang penggunaan alat pengabur lokasi. Jika VPN tetap menyala, sistem akan menolak aksesnya. Setelah itu, ia mengambil ponsel kedua dari tasnya. Perangkat ini hanya digunakan untuk bekerja. Ia melayani klien melalui aplikasi MAX. MAX adalah platform komunikasi resmi yang dikontrol penuh oleh negara. Ini adalah keseharian warga Rusia pada pertengahan 2026. Kremlin memperketat kendali internet tahun ini. Warga kini melakukan akrobat teknis setiap hari. Mereka harus berpindah aplikasi dan alat agar tetap bisa terhubung dengan dunia luar. Mereka menggunakan VPN untuk mengakses WhatsApp atau Telegram. Upaya pemerintah mengejar kedaulatan digital ini membawa masalah baru. Sektor perbankan sering terganggu. Sistem transportasi dan belanja online sering mengalami error. Bahkan orang terkenal di media sosial yang biasanya tidak bicara politik kini mulai mengkritik. Mereka merasa ruang geraknya terlalu sempit.
Pembatasan internet ini membuat warga frustrasi. Kondisi ini diperparah dengan naiknya harga barang pokok dan pajak. Banyak warga merasa tertekan secara ekonomi dan digital. Hal ini berdampak pada tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Vladimir Putin. Data dari lembaga survei negara, VTsIOM, menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

Popularitas Putin turun ke 65,6 persen pada April 2026. Ini adalah level terendah sejak perang di Ukraina dimulai tahun 2022. Bagi warga seperti Irina yang berusia 41 tahun, memiliki dua ponsel adalah kebutuhan. Ini adalah cara paling aman agar privasinya tidak terpantau pemerintah. Irina merasa hidupnya jadi lebih rumit. Ia harus terus mematikan dan menyalakan VPN sepanjang hari. Ia harus mengganti ponsel tergantung siapa yang ia hubungi. Permainan kucing-kucingan antara warga dan pemerintah semakin sengit. Data Digital Budget mencatat lonjakan unduhan VPN yang sangat besar. Pada Maret 2026, ada 9,2 juta unduhan VPN di Google Play Store. Angka ini 14 kali lipat lebih tinggi dibanding Maret tahun lalu. Roskomnadzor, regulator komunikasi Rusia, terus memblokir ratusan layanan VPN. 

Namun, warga selalu menemukan cara baru untuk menembusnya. Sekarang, beberapa bank dan kantor pemerintah mulai menerapkan aturan ketat. Mereka memblokir akses bagi siapa saja yang terdeteksi menggunakan VPN saat masuk ke sistem. Efek nyata dari blokir ini terjadi pada Maret 2026. Layanan navigasi seluler di Moskwa sempat terputus total. Warga kehilangan arah karena peta digital tidak berfungsi. Akibatnya, penjualan peta kertas di ibu kota melonjak dua kali lipat. Orang kembali menggunakan cara lama karena teknologi tidak bisa diandalkan. Kremlin sempat berjanji akan melunakkan aturan agar layanan publik tidak terganggu. Namun, warga tidak percaya begitu saja. Irina menggunakan peribahasa Rusia yang populer untuk menggambarkan situasi ini. 
Ia berkata bahwa di Rusia, tidak ada yang lebih permanen daripada sesuatu yang bersifat sementara. Artinya, pembatasan ini kemungkinan besar akan menetap. Sebelum konflik Ukraina, internet di Rusia relatif terbuka. Pemerintah memang mengawasi aktivis oposisi, tapi warga umum bebas browsing. Sejak 2022, Rusia membangun infrastruktur internet mandiri yang disebut Runet. Runet dirancang agar Rusia bisa memutus koneksi dari internet global kapan saja. Tujuannya jelas. Pemerintah ingin memudahkan sensor konten yang tidak sesuai narasi negara. Sekarang, internet Rusia bukan lagi ruang diskusi bebas. Tempat itu menjadi lingkungan yang sangat terkontrol. Masyarakat terpaksa belajar teknologi enkripsi hanya untuk menjaga ruang pribadi mereka.
Penulis: RD73
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×