
Dua ponsel dan satu aplikasi, strategi yang digunakan oleh warga Rusia untuk menembus tirai besi digital yang diciptakan oleh Putin
Indonesia, Perssilam News - Di sebuah kafe yang tenang di Moskwa, seorang desainer interior tampak sibuk dengan ponselnya. Ia tidak sekadar berkirim pesan. Ia harus menyalakan Virtual Private Network atau VPN terlebih dahulu. Tanpa alat ini, ia tidak bisa membuka WhatsApp untuk mengobrol dengan teman di luar negeri. Pemerintah Rusia telah memblokir aplikasi tersebut sepenuhnya. Beberapa menit kemudian, ia mematikan VPN itu. Ia perlu mengakses situs Kereta Api Rusia untuk membeli tiket. Situs resmi pemerintah ini melarang penggunaan alat pengabur lokasi. Jika VPN tetap menyala, sistem akan menolak aksesnya. Setelah itu, ia mengambil ponsel kedua dari tasnya. Perangkat ini hanya digunakan untuk bekerja. Ia melayani klien melalui aplikasi MAX. MAX adalah platform komunikasi resmi yang dikontrol penuh oleh negara. Ini adalah keseharian warga Rusia pada pertengahan 2026. Kremlin memperketat kendali internet tahun ini. Warga kini melakukan akrobat teknis setiap hari. Mereka harus berpindah aplikasi dan alat agar tetap bisa terhubung dengan dunia luar. Mereka menggunakan VPN untuk mengakses WhatsApp atau Telegram. Upaya pemerintah mengejar kedaulatan digital ini membawa masalah baru. Sektor perbankan sering terganggu. Sistem transportasi dan belanja online sering mengalami error. Bahkan orang terkenal di media sosial yang biasanya tidak bicara politik kini mulai mengkritik. Mereka merasa ruang geraknya terlalu sempit.
Popularitas Putin turun ke 65,6 persen pada April 2026. Ini adalah level terendah sejak perang di Ukraina dimulai tahun 2022. Bagi warga seperti Irina yang berusia 41 tahun, memiliki dua ponsel adalah kebutuhan. Ini adalah cara paling aman agar privasinya tidak terpantau pemerintah. Irina merasa hidupnya jadi lebih rumit. Ia harus terus mematikan dan menyalakan VPN sepanjang hari. Ia harus mengganti ponsel tergantung siapa yang ia hubungi. Permainan kucing-kucingan antara warga dan pemerintah semakin sengit. Data Digital Budget mencatat lonjakan unduhan VPN yang sangat besar. Pada Maret 2026, ada 9,2 juta unduhan VPN di Google Play Store. Angka ini 14 kali lipat lebih tinggi dibanding Maret tahun lalu. Roskomnadzor, regulator komunikasi Rusia, terus memblokir ratusan layanan VPN.






