Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Saham ANTM EMAS dan BUMI memiliki potensi untuk kembali masuk ke dalam Indeks MSCI Ekonomi ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...

Sunday, 14 June 2026

Saham ANTM EMAS dan BUMI memiliki potensi untuk kembali masuk ke dalam Indeks MSCI Ekonomi

Saham ANTM EMAS dan BUMI memiliki peluang untuk kembali berpartisipasi dalam Indeks MSCI

Indonesia, Perssilam News - Para pelaku pasar modal Indonesia sedang menunggu dua agenda penting bulan ini. MSCI akan meninjau aksesibilitas pasar Indonesia pada 18 Juni. Setelah itu, FTSE Russell akan melakukan evaluasi indeks pada 22 Juni. Dua agenda ini menentukan masuk atau keluarnya saham dalam daftar indeks global. Prasetya Gunadi dan tim riset Samuel Sekuritas Indonesia menilai guncangan terbesar sudah lewat. Dampaknya terasa saat evaluasi Februari dan Mei lalu. Saat itu, MSCI mengeluarkan tujuh saham Indonesia dari indeks standar mereka. Saham tersebut adalah INDF, BREN, DSSA, AMMN, TPIA, CUAN, dan AMRT. Keluarnya ketujuh saham ini membuat jumlah saham Indonesia di indeks standar MSCI menyusut. Jumlahnya turun dari 18 menjadi tinggal 11 saham saja. Penurunan ini juga memangkas bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets. Bobotnya turun jadi sekitar 0,45 persen sampai 0,5 persen. 
Sebelumnya, angka ini berada di level 0,75 persen. Efek dari perubahan bobot ini cukup besar. Dana asing keluar dari pasar modal Indonesia sekitar 1,5 miliar dolar AS. Aliran dana keluar ini paling terasa pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026. Untuk evaluasi FTSE pada 22 Juni, dampaknya diprediksi lebih kecil.Hal ini terjadi karena dana kelolaan atau AUM FTSE tidak sebesar MSCI. Saham yang dikeluarkan juga lebih sedikit. Daftar saham yang keluar adalah GOTO, NCKL, DOID, dan CNMA. Prasetya memperkirakan Indonesia tetap jadi pasar berkembang atau emerging market. Ia berharap Indonesia tidak masuk dalam daftar pantauan atau watchlist MSCI. Evaluasi kali ini akan melihat hasil reformasi pasar modal Indonesia.
Beberapa poin utama yang dinilai adalah aturan baru soal keterbukaan informasi. Pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1 persen kini wajib melapor. MSCI juga menyoroti masalah konsentrasi kepemilikan saham yang terlalu tinggi. Selain itu, pemerintah mendorong porsi saham publik atau free float menjadi minimal 15 persen. Evaluasi Agustus 2026 akan menjadi ujian penting. Di sana akan terlihat apakah status Indonesia sudah kembali normal. Ada tiga saham yang berpeluang masuk lagi ke indeks MSCI, yaitu ANTM, EMAS, dan BUMI.
Namun, investor tetap harus waspada terhadap beberapa risiko. MSCI akan menyesuaikan faktor saham yang boleh dimiliki asing atau FIF pada Agustus nanti. Penyesuaian ini bisa memicu keluarnya dana asing lagi. Ada juga risiko dari kawasan regional. Vietnam akan masuk ke indeks FTSE Emerging Markets mulai September 2026. Hal ini bisa membuat investor memindahkan modal dari Indonesia ke Vietnam. Kondisi ini mungkin bisa teratasi jika Korea Selatan naik kelas menjadi pasar maju atau developed market di indeks MSCI.
Penulis: RD73
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×