Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for Tradisi Imlek
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query Tradisi Imlek. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Tradisi Imlek. Sort by date Show all posts

Monday, 9 February 2026

Kuliner : ‘Mie Panjang Umur’ Dalam Tradisi Imlek


Indonesia, Perssilam - Mie panjang umur jadi hidangan wajib di setiap perayaan Imlek. Bentuk mie yang panjang dan lurus ini sarat makna simbolis bagi masyarakat Tionghoa. Selain rasa lezatnya yang menggoda, mie ini dianggap menyimpan doa tulus. Harapan baik menyertainya untuk semua yang memakannya. Orang Tionghoa yakin mie panjang umur melambangkan keberuntungan besar. Ia juga wakili kebahagiaan abadi dan rezeki yang terus mengalir. Makanya, saat Imlek, semua ingin menyantap siu mie ini. Harapannya, umur panjang menyertai mereka. Kehidupan jadi lebih sejahtera dan penuh berkah.
Advertising
BACA JUGA:Kriminal : Polda Bali sedang menyelidiki keterlibatan WNI,Dalam Pengungkapan Judol
Tradisi ini lahir dari keyakinan kuno masyarakat Tionghoa. Mie panjang mirip benang kehidupan yang tak putus. Semakin panjang mie, semakin panjang usia yang diimpikan. Di Indonesia, hidangan ini populer di kalangan peranakan Tionghoa. Mereka sajikan mie ini turun-temurun saat perayaan besar. Sajian mie panjang umur biasa muncul di makan malam akhir tahun Imlek. Saat itulah keluarga kumpul lengkap. Doa tahun baru diucap bersama. Tapi, hidangan ini tak terbatas di situ saja. Ia juga hadir di pesta ulang tahun anak-anak. Saat kelahiran bayi baru, mie ini jadi simbol harapan sehat. Bahkan di pernikahan, mie panjang umur tunjukkan ikatan rumah tangga awet.
Siu mie punya rasa gurih yang khas. Teksturnya kenyal dan liat berkat mie lurus panjang. Mie ini tahan sobek saat dimasak. Itu jadi ciri utama yang bikin beda dari mie biasa. Saat digoreng, mie tetap utuh dan enak digigit.
Inti siu mie adalah mie goreng dengan isian berlimpah. Isiannya bisa sayur segar seperti sawi atau kolplay. Daging ayam atau sapi potong dadu tambah nikmat. Makanan laut seperti udang atau cumi bikin gurih. Telur puyuh bulat utuh jadi pelengkap. Telur itu lambang kesempurnaan dalam budaya Tionghoa. Semua isian dicampur kecap manis dan bumbu sederhana. Hasilnya, hidangan kaya rasa dan gizi. Cara makan mie panjang umur punya aturan khusus. Ini bedakan dari mie sehari-hari. Sebelum mulai, ucap doa singkat. Mohon tahun baru bawa ubah positif. Doa itu perkuat niat baik keluarga. Saat makan, seruput mie sampai habis. Jangan potong dengan pisau atau gigit pendek-pendek. Tradisi ini jaga keberuntungan tetap utuh. Mie panjang tak putus seperti umur yang panjang. Keluarga makan bareng di meja bundar. Suara seruput mie isi ruang dengan tawa. 
Ikatan keluarga tambah erat. Harmoni rumah tangga terjaga saat Imlek.Di Jakarta atau Surabaya, restoran Tionghoa ramai pengunjung saat Imlek. Mereka pesan porsi besar siu mie. Anak muda kini sajikan versi modern dengan isian vegetarian. Tapi inti simbolis tetap sama. Mie panjang umur bawa pesan abadi tentang harapan dan kebersamaan.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:

Thursday, 5 February 2026

Kuliner : Makna dan Sejarah Kue Keranjang dalam Tradisi Imlek


Indonesia, Perssilam - Kue keranjang jadi makanan tradisional utama saat rayakan Tahun Baru Imlek di kalangan masyarakat Tionghoa. Masyarakat selalu sajikan kue ini untuk sambut tahun lunar baru. Ia muncul di meja makan keluarga sebagai hidangan wajib.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Advertising

BACA JUGA:Otosport : Joan Mir Membuat Kejutan, Uji Coba Semakin Menarik
Orang kenal kue ini dengan nama nian gao. Kata itu punya arti dalam. Nian berarti tahun. Gao berarti tinggi atau naik. Jadi, nian gao wakili harapan rezeki bertambah. Keberuntungan naik. Hidup makin baik tiap tahun.
Advertising

Riwayat kue keranjang panjang. Ia ada sejak ribuan tahun lalu di Tiongkok kuno. Saat itu, masyarakat bergantung pada pertanian. Mereka buat kue ini sebagai persembahan. Tujuannya hormati dewa dan leluhur saat akhir tahun. Kue ini juga bagian ritual untuk Dewa Dapur. Dewa itu pantau keluarga sepanjang tahun. Orang taruh kue di altar. Mereka yakin dewa beri laporan baik ke langit. Ini bawa berkah untuk semua.
Tekstur kue keranjang lengket khas. Rasanya manis pekat. Lengket itu gambar eratnya ikatan keluarga. Tak mudah putus. Manis wakili hidup penuh harmoni. Senang selalu ada.
Di berbagai tempat, orang olah kue ini beda cara. Di Indonesia, banyak goreng kue keranjang. Tambah telur ayam. Atau tabur wijen. Bisa campur daging atau udang. Jadi hidangan gurih manis. Tak cuma makan mentah. Ini tambah variasi saat Imlek.Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Sampai sekarang, kue keranjang tetap hidup. Ia simbol tradisi kuat. Keluarga hormati budaya leluhur. Setiap gigitan ingat harapan masa depan cerah. Imlek tak lengkap tanpa kue ini. Ia hubungkan masa lalu dan sekarang.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×