Indonesia, Perssilam News - Nicky Shiels selaku Kepala Riset dan Strategi Logam di MKS PAMP menetapkan target harga emas tahun 2026 pada angka US$ 4.500 per troy ounce. Laporan dari Investor Daily menyebutkan bahwa pasar emas kini berubah arah. Harga tidak lagi naik tajam secara mendadak atau parabolik. Sekarang pasar masuk ke fase bullish yang lebih stabil dan bisa bertahan lama. Pihak MKS PAMP melihat harga emas akan bergerak menyamping atau konsolidasi sepanjang tahun ini. Harga diperkirakan akan bermain di rentang US$ 3.800 sampai US$ 5.000 per troy ounce. Kondisi konsolidasi ini berarti harga hanya bergerak naik turun dalam batas tertentu sebelum menentukan arah baru. Namun ada skenario lain jika konflik antar negara atau gejolak geopolitik memburuk. Emas biasanya menjadi tempat aman saat terjadi perang atau krisis besar. Jika hal itu terjadi, harga bisa melonjak hingga US$ 5.800 per troy ounce. Shiels menegaskan bahwa tren kenaikan jangka panjang emas belum berhenti.
Advertising
Pertumbuhan harga yang lebih pelan tapi pasti akan muncul pada paruh kedua tahun 2026. Hal ini dipicu oleh ekonomi Amerika Serikat yang melambat. Saat ekonomi AS melemah, investor mulai takut akan risiko struktur ekonomi makro. Mereka kemudian memindahkan uang mereka ke aset yang lebih aman seperti emas.
Advertising
Ada lima alasan utama yang mendorong harga emas terus naik. Pertama adalah defisit anggaran pemerintah yang semakin membengkak. Kedua adalah inflasi yang membuat harga barang naik. Ketiga adalah nilai tukar mata uang yang melemah. Keempat adalah perpecahan politik global. Terakhir adalah langkah bank sentral dunia yang mengurangi simpanan dolar AS dan menggantinya dengan emas.
Advertising
Beberapa waktu lalu harga emas sempat turun. MKS PAMP menilai penurunan ini bukan tanda rusaknya nilai emas. Hal ini hanya terjadi karena banyak investor yang menjual aset mereka secara bersamaan untuk mengambil untung. Tantangan terbesar saat ini adalah kebijakan moneter The Fed. Di bawah pimpinan Kevin Warsh, The Fed cenderung bersikap hawkish. Artinya mereka cenderung mempertahankan suku bunga tinggi untuk melawan inflasi. Suku bunga tinggi biasanya membuat dolar AS menguat dan harga emas tertekan. Tapi The Fed tidak bisa menaikkan bunga tanpa batas. Pemerintah Amerika Serikat punya beban utang yang sangat besar. Jika bunga terlalu tinggi, biaya membayar bunga utang pemerintah akan membengkak. Hal ini membatasi ruang gerak The Fed untuk terus memperketat aturan uang.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait






