Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Pertandingan ini diharapkan akan menjadi salah satu momen paling mendebarkan dalam sejarah sepak bola, mengingat rivalitas yang telah terjalin antara kedua tim selama bertahun-tahun ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...

Wednesday, 15 July 2026

Pertandingan ini diharapkan akan menjadi salah satu momen paling mendebarkan dalam sejarah sepak bola, mengingat rivalitas yang telah terjalin antara kedua tim selama bertahun-tahun


Musi Rawas, Perssilam News - Inggris dan Argentina akan bertarung di semifinal Piala Dunia pada Kamis, 16 Juli 2026. Laga dimulai pukul 02.00 WIB di Stadion Atlanta, Amerika Serikat. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket final. Ada dendam lama dan sejarah panjang yang menyertai duel kedua negara ini. Lionel Messi akan pertama kali menghadapi Inggris di level senior internasional. Ini momen yang ditunggu banyak orang. Argentina datang sebagai juara bertahan yang ingin menjaga takhta. Sementara itu, Inggris berjuang keras untuk masuk final lagi. Terakhir kali mereka mencapai partai puncak adalah saat menjadi juara tahun 1966.
Advertising


BACA JUGA:
Analis MKS PAMP Mempertahankan Proyeksi Rata-Rata Harga Emas di US$ 4.500
Tensi pertandingan ini tidak hanya berasal dari sepak bola. Luka lama Perang Falklands tahun 1982 masih terasa. Konflik politik dan perebutan wilayah kepulauan itu membuat hubungan kedua negara panas. Hal ini membuat setiap pertemuan di lapangan hijau terasa seperti laga hidup mati. Secara statistik, Inggris sebenarnya lebih unggul di Piala Dunia. Mereka menang tiga kali dari lima pertemuan. Argentina hanya menang satu kali dan sekali menang lewat adu penalti. Duel pertama mereka terjadi di Piala Dunia 1962 di Cile. Inggris menang telak 3-1 saat fase grup. Gol itu dicetak oleh Ron Flowers, Bobby Charlton, dan Jimmy Greaves. Empat tahun kemudian, mereka bertemu lagi di perempat final 1966. 
Inggris bermain di kandang sendiri, Stadion Wembley. Mereka menang 1-0 dalam laga yang sangat keras. Wasit mengeluarkan kartu merah untuk Antonio Rattin dari Argentina. Kejadian tahun 1966 itu mengubah aturan dunia. FIFA kemudian memperkenalkan kartu kuning dan merah pada Piala Dunia 1970. Sebelum ada kartu, wasit hanya memberi teguran lewat kata-kata. Puncak rivalitas terjadi di perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Diego Maradona menjadi bintang utama sekaligus musuh bagi Inggris. Ia mencetak gol kontroversial yang dikenal sebagai Tangan Tuhan. Tak lama setelah itu, Maradona mencetak gol spektakuler setelah melewati banyak pemain Inggris. Gary Lineker sempat mencetak gol balasan, tapi Inggris kalah 1-2. Argentina akhirnya keluar sebagai juara dunia tahun itu.
Advertising


Drama berlanjut di babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Pertandingan berakhir imbang 2-2 setelah waktu normal. David Beckham mendapat kartu merah yang membuat Inggris kesulitan. Pada laga adu penalti, Inggris kalah 3-4. Namun, Beckham membalas dendam empat tahun kemudian di Jepang. Gol penaltinya membawa Inggris menang 1-0 dan menyingkirkan Argentina di fase grup 2002. Kini, setelah dua dekade tidak bertemu di ajang ini, keduanya kembali berhadapan. Mereka akan saling sikut demi satu tempat di final. Sejarah penuh konflik ini pasti membuat pertandingan berjalan sangat agresif sejak peluit pertama berbunyi.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×