Musi Rawas, Perssilam News - Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Selasa (29/9/2026) karena kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah akibat konflik Amerika Serikat dan Iran, meskipun ekspor minyak dari kawasan tersebut mulai pulih sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Minyak mentah acuan Brent melonjak US$ 2,03 atau 1,93 persen menjadi US$ 107,31 per barel, sementara jenis West Texas Intermediate AS naik US$ 1,67 atau 1,8 persen ke level US$ 94,27 per barel setelah keduanya menguat pada sesi sebelumnya.
Advertising
Scroll To Continue with Content
Analis Utama KCM Trade Tim Waterer menyoroti tren peningkatan volume pengiriman minyak dari kawasan Teluk yang kini mulai terlihat di pasar global.
Advertising
Scroll To Continue with Content
"Gambaran yang lebih jelas mulai muncul mengenai peningkatan volume ekspor minyak dari Teluk, tetapi sebagian besar kenaikan tersebut masih bergantung pada metode seperti transfer kapal ke kapal," kata Waterer.
Advertising
Scroll To Continue with Content
Metode pemindahan antar-kapal tersebut dinilai kurang efisien dan memicu pembengkakan biaya operasional jika dibandingkan dengan proses pengapalan normal, sehingga menahan harga minyak tetap tinggi. Data penyedia data Kpler mencatat ekspor minyak mentah produsen utama Timur Tengah naik menjadi 12,8 juta barel per hari pada September, pencapaian tertinggi sejak Februari berkat lonjakan pengiriman dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait







