Advertising
Ia mengaku dirugikan oleh kabar tersebut. Tuduhan itu, kata Habibur, membentuk kesan seolah-olah dirinya memiliki peran dalam permintaan pemblokiran rekening warga atau aktivis. Padahal, ia menyatakan tidak pernah memberikan arahan kepada perbankan ataupun aparat penegak hukum terkait rekening Supriyono. Habibur juga meluruskan informasi mengenai daerah pemilihannya. Ia menegaskan bukan anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan Pati. Pada Pemilu, ia terpilih dari daerah pemilihan Jawa Timur 8, yang mencakup Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun. "Jadi dari situ saja sudah jelas bahwa itu adalah fitnah dan juga hoaks ya, yang tidak berdasar," katanya. Menurut Habibur, perbedaan daerah pemilihan tersebut menjadi salah satu alasan yang memperkuat bantahannya. Pati berada di Jawa Tengah, sedangkan daerah pemilihannya berada di Jawa Timur. Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai surat atau informasi yang beredar sebelum memastikan sumber dan kebenarannya. Habibur mengaku terkejut ketika namanya tiba-tiba menjadi sasaran kritik dan serangan dari sejumlah buzzer di media sosial. Serangan itu muncul setelah ia dituduh mengusulkan pemblokiran rekening Botok. Ia menilai tuduhan tersebut telah berkembang menjadi persoalan yang merugikan reputasi pribadi. Dampaknya, kata dia, tidak hanya dirasakan oleh dirinya. Nama Partai NasDem juga ikut terseret karena Habibur disebut sebagai anggota DPR dari partai tersebut. Ia menilai informasi yang tidak benar dapat menimbulkan persepsi keliru mengenai sikap partai maupun posisi fraksi di parlemen.
Advertising
"Artinya saya tidak punya akses ke baik ke pihak perbankan maupun APH, karena memang saya bukan di komisi terkait yang bermitra dengan pihak-pihak terkait," katanya. Pernyataan itu merujuk pada kewenangan dan hubungan kerja komisi di DPR dengan lembaga atau instansi tertentu. Habibur menyebut dirinya berada di Komisi IV, bukan komisi yang menjadi mitra utama perbankan atau aparat penegak hukum dalam perkara seperti pemblokiran rekening. Karena itu, ia kembali menolak anggapan bahwa dirinya dapat mengajukan atau mengarahkan tindakan tersebut. Di tengah polemik itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengumumkan akan segera memulihkan rekening milik koordinator AMPB, Supriyono alias Botok. Sebelumnya, rekening tersebut mengalami penundaan transaksi atau pemblokiran, sehingga tidak dapat digunakan seperti biasa. Pengumuman itu disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, dalam jumpa pers bersama Komisi III DPR dan Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, Rabu (26/8). Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut atas persoalan rekening Supriyono dan keputusan untuk mengaktifkannya kembali.
Advertising
Riduan mengatakan pengaktifan kembali rekening dilakukan sesuai arahan dan permintaan Komisi III DPR bersama jajaran Polda Metro Jaya. Bank Mandiri akan memproses keputusan tersebut agar rekening dapat kembali digunakan oleh pemiliknya. Riduan juga menyampaikan permintaan maaf apabila pemblokiran rekening Supriyono sebelumnya menimbulkan ketidaknyamanan atau tidak berkenan bagi nasabah. Ia menegaskan Bank Mandiri tetap berkomitmen menjaga kepercayaan nasabah dalam setiap layanan perbankan. "Kami akan menindaklanjuti apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi," kata Riduan. Keputusan untuk memulihkan rekening itu disampaikan setelah muncul polemik mengenai dasar pemblokiran dan pihak yang dianggap mengusulkannya. Habibur telah membantah keterlibatannya, sementara Bank Mandiri menyatakan akan mengikuti arahan yang disampaikan dalam pertemuan bersama Komisi III DPR dan Polda Metro Jaya.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait






