Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Kabut asap semakin meluas, menyebabkan kualitas udara di Malaysia semakin memburuk ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...

Friday, 28 August 2026

Kabut asap semakin meluas, menyebabkan kualitas udara di Malaysia semakin memburuk


Musi Rawas, Perssilam News - Malaysia mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat di sekitar 30 wilayah pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kondisi ini muncul ketika kabut asap menyebar di sejumlah bagian negara tersebut. Laporan itu disampaikan CNA dengan mengutip data dan keterangan dari Departemen Lingkungan Hidup Malaysia.Dampak paling luas terlihat di pesisir barat Semenanjung Malaysia. Beberapa kawasan di Sarawak juga mengalami penurunan kualitas udara. Otoritas Malaysia  menyebut kabut asap bergerak dari berbagai arah, sehingga kondisi antarwilayah dapat berubah dalam waktu singkat. Perubahan arah angin membuat beberapa daerah mengalami peningkatan kadar polutan, sementara wilayah lain masih berada dalam kategori sedang. Departemen Lingkungan Hidup Malaysia mencatat 29 wilayah dengan Indeks Polutan Udara atau API dalam kategori tidak sehat hingga pukul 14.00 waktu setempat. API digunakan untuk menunjukkan tingkat pencemaran udara berdasarkan pemantauan beberapa polutan. Semakin tinggi angkanya, semakin besar risiko udara tersebut bagi kesehatan masyarakat. Angka API tertinggi tercatat di stasiun pemantauan yang berada di markas Kepolisian Distrik Serian, Sarawak, dengan nilai 182. Johan Setia di Selangor berada di posisi berikutnya dengan API 173. Sri Aman, Sarawak, mencatat angka 170. Dalam skala API Malaysia, nilai 101 sampai 200 masuk kategori tidak sehat. Pada tingkat tersebut, masyarakat dapat mengalami gangguan kesehatan, terutama kelompok yang lebih sensitif terhadap polusi udara. Anak-anak, warga lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan dan jantung perlu mengurangi paparan udara luar. Aktivitas fisik di luar ruangan juga dapat memperbesar jumlah udara tercemar yang masuk ke paru-paru.
Advertising

BACA JUGA:
Legislator dari NasDem membantah telah mengusulkan pemblokiran rekening Botok Pati
Sejumlah kota besar dan kawasan padat penduduk turut mencatat angka tinggi. Shah Alam memiliki API 162, sedangkan Kuching mencapai 160. Tanjung Malim dan Taiping masing-masing mencatat 157 dan 155. Di Kuala Lumpur, API berada pada angka 154. Di Johor, Segamat, Batu Pahat, dan Tangkak masing-masing mencatat API 152. Angka tersebut menunjukkan bahwa kabut asap tidak hanya memengaruhi satu pusat kota. Wilayah industri, permukiman, kawasan perkebunan, dan daerah yang dekat dengan sumber kebakaran sama-sama berisiko mengalami penurunan kualitas udara. Selain 29 wilayah dalam kategori tidak sehat, sebanyak 38 stasiun pemantauan lain mencatat kualitas udara dalam kategori sedang. Kategori ini menunjukkan bahwa polusi belum mencapai tingkat tidak sehat, tetapi masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan angka API. Kondisi sedang dapat memburuk apabila kabut asap bertahan dan angin tidak cukup kuat untuk membersihkan udara. Pada pembaruan sebelumnya di hari yang sama, sebanyak 32 wilayah sempat dilaporkan mengalami kualitas udara tidak sehat. Data tersebut menunjukkan adanya perubahan jumlah wilayah terdampak sepanjang hari. Departemen Lingkungan Hidup Malaysia mengaitkan peningkatan dan perubahan itu dengan pergerakan kabut asap dari berbagai arah. Pemantauan ASEAN Specialised Meteorological Centre menemukan 287 titik panas di Kalimantan dan 65 titik panas di Sumatra. Titik panas merupakan lokasi yang terdeteksi memiliki suhu permukaan tinggi melalui pemantauan satelit. Data ini dapat membantu menunjukkan kemungkinan adanya kebakaran, meski tidak setiap titik panas langsung berarti kebakaran besar.
Advertising

BACA JUGA: 
PBB Menggugah Seruan untuk Tindakan Global Baru dalam Menangani Krisis Rohingya
Sebanyak 11 titik panas juga ditemukan di Malaysia. Delapan titik berada di Sarawak, dua di Johor, dan satu di Selangor. Keberadaan titik panas di beberapa negara bagian membuat otoritas harus memantau sumber asap di dalam negeri sekaligus memperhatikan pergerakan asap dari negara tetangga. Kabut asap lintas batas dengan tingkat sedang hingga pekat terpantau di Kalimantan Barat. Asap tersebut bergerak ke utara menuju Sarawak bagian barat. Arah pergerakan ini meningkatkan risiko penurunan kualitas udara di daerah yang berada dekat perbatasan. Kondisi cuaca dan arah angin dapat memengaruhi seberapa jauh asap menyebar serta berapa lama polusi bertahan. Pemerintah Malaysia meningkatkan penegakan hukum dan patroli harian untuk mencegah pembakaran terbuka. Petugas memantau kawasan yang dinilai mudah terbakar dan menindak aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Pembakaran terbuka dapat menghasilkan asap dalam jumlah besar, terutama ketika dilakukan di lahan kering, lahan gambut, perkebunan, atau area yang memiliki banyak bahan mudah terbakar. Departemen Lingkungan Hidup Malaysia juga mengaktifkan Rencana Aksi Nasional Pembakaran Terbuka dan Rencana Aksi Nasional Kabut Asap. Kedua rencana ini mengatur kerja sama antarinstansi dalam mencegah kebakaran, memantau sumber asap, serta menangani dampaknya terhadap masyarakat.
Advertising

BACA JUGA: 
Motor listrik nasional kini mulai berfokus pada ALVA dan Gesits, berikut adalah daftar harganya
Melalui rencana tersebut, lembaga pemerintah dapat menjalankan tugas sesuai kondisi di lapangan. Pemantauan titik panas, pemeriksaan lokasi rawan, penegakan hukum, penyampaian informasi kepada warga, dan pengendalian dampak kesehatan menjadi bagian dari penanganan kabut asap. Rencana itu sebelumnya diaktifkan setelah Sarawak mulai mencatat API dalam kategori tidak sehat. Aturan penanganan kabut asap Malaysia menetapkan bahwa seluruh kegiatan luar ruangan harus dihentikan jika API melebihi 100. Ketentuan ini berlaku untuk kegiatan yang dapat meningkatkan paparan masyarakat terhadap udara tercemar. Sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak harus ditutup jika API melewati angka 200. Pemerintah juga menyiapkan operasi penyemaian awan apabila API berada di atas 150 selama lebih dari 24 jam. Operasi tersebut bertujuan membantu menghasilkan hujan di wilayah yang memenuhi syarat cuaca. Pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi atmosfer, keberadaan awan, serta faktor lain yang menentukan kemungkinan turunnya hujan. Pemilik lahan diminta memeriksa area yang rentan terbakar, termasuk tempat pembuangan sampah, hutan, lahan gambut, perkebunan, kawasan pertanian, dan area industri. Pengawasan diperlukan karena api di lokasi tersebut dapat menyebar dan menghasilkan kabut asap yang berdampak pada wilayah lebih luas. Dengan puluhan wilayah berada dalam kategori tidak sehat, otoritas Malaysia terus memantau angka API dan arah pergerakan asap. Data dari stasiun pemantauan, laporan titik panas, serta patroli lapangan menjadi dasar untuk menentukan tindakan berikutnya. Kondisi udara diperkirakan tetap menjadi perhatian utama selama sumber kebakaran dan kabut asap masih terpantau di kawasan sekitarnya.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

×
X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews