Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Harga Bitcoin telah mencapai Rp1,4 miliar, didorong oleh arus masuk dari ETF di Amerika Serikat ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...

Wednesday, 26 August 2026

Harga Bitcoin telah mencapai Rp1,4 miliar, didorong oleh arus masuk dari ETF di Amerika Serikat


Musi Rawas, Perssilam News - Harga Bitcoin melanjutkan tren penguatan hingga mencapai 79.287,12 dollar AS atau sekitar Rp1,4 miliar per koin pada Selasa (25/8/2026) waktu setempat. Kenaikan tersebut dilaporkan oleh Money dan menunjukkan berlanjutnya pemulihan pasar aset kripto setelah tekanan jual yang cukup panjang sejak Oktober Bitcoin, sebagai aset kripto dengan nilai pasar terbesar, sempat bergerak lebih tinggi hingga menyentuh 81.240,68 dollar AS. Jika dikonversikan ke rupiah, harga itu setara dengan sekitar Rp1,43 miliar per koin. Walau kemudian turun dari titik tertingginya, Bitcoin masih berada pada level yang jauh lebih kuat dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Dalam tiga hari, harga Bitcoin melonjak lebih dari 20 persen. Kenaikan sebesar itu menjadi lonjakan tiga harian terbesar sejak 2023. Pergerakan cepat tersebut juga memicu short squeeze, yaitu kondisi ketika investor yang bertaruh pada penurunan harga terpaksa menutup posisinya karena harga justru naik. Penutupan posisi bearish biasanya dilakukan dengan membeli kembali aset yang sebelumnya dijual. Saat banyak pelaku pasar melakukan hal yang sama dalam waktu singkat, tekanan beli semakin besar. Kondisi ini ikut mempercepat kenaikan harga Bitcoin. Posisi kripto bearish dengan nilai lebih dari 4 miliar dollar AS dilaporkan terlikuidasi ketika harga bergerak naik tajam. Likuidasi terjadi secara otomatis ketika nilai jaminan investor tidak lagi cukup untuk menahan kerugian. Dalam perdagangan berjangka, investor dapat mengambil posisi dengan dana pinjaman. Cara tersebut bisa memperbesar keuntungan, tetapi juga meningkatkan risiko. Ketika harga bergerak berlawanan dari perkiraan, bursa dapat menutup posisi itu secara paksa. Kenaikan Bitcoin juga mendapat dorongan dari kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk menggandakan pembelian obligasi pemerintah jangka panjang. Rencana tersebut menekan imbal hasil obligasi dan membuat sebagian investor kembali mencari aset dengan potensi keuntungan yang lebih tinggi. Imbal hasil obligasi menunjukkan tingkat keuntungan yang diharapkan investor dari kepemilikan surat utang. 
Advertising

BACA JUGA:
Dua gol cepat dari Alphadjo Cisse dan Rabiot membawa Milan meraih kemenangan atas Torino
Ketika imbal hasil turun, daya tarik obligasi dapat berkurang bagi sebagian pelaku pasar. Dana kemudian berpeluang mengalir ke saham, Bitcoin, Ether, dan aset lain yang memiliki risiko lebih tinggi. Perubahan minat itu berlangsung ketika investor masih menghadapi kekhawatiran soal inflasi global dan membesarnya utang pemerintah. Bitcoin kembali dipandang oleh sebagian investor sebagai aset dengan pasokan terbatas. Jumlah Bitcoin yang dapat beredar dibatasi oleh sistemnya, sehingga aset ini sering dibandingkan dengan instrumen yang memiliki persediaan terbatas. Namun, harga Bitcoin tetap dipengaruhi oleh permintaan pasar. Pasokan yang terbatas tidak otomatis membuat harga terus naik. Nilainya juga bergantung pada arus dana, kondisi ekonomi, kebijakan moneter, serta tingkat minat investor. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah indikator menunjukkan bahwa permintaan mulai kembali menguat  Dukungan dari investor institusional terlihat melalui arus dana masuk ke produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Produk tersebut memungkinkan investor memperoleh paparan terhadap Bitcoin melalui pasar keuangan biasa, tanpa harus membeli dan menyimpan aset kripto secara langsung. Investor dapat memperdagangkannya melalui akun investasi yang sudah digunakan untuk saham atau produk pasar modal lainnya. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus dana masuk bersih sebesar 1,92 miliar dollar AS dalam satu pekan terakhir. Arus dana masuk bersih berarti nilai pembelian baru lebih besar dibandingkan dana yang keluar dari produk tersebut. Nilai itu menjadi arus dana mingguan tertinggi sejak rekor sebelumnya pada Oktober lalu. Kenaikan arus dana ETF memberi sinyal bahwa permintaan tidak hanya datang dari pedagang harian. Sebagian modal berasal dari investor yang membeli melalui produk terdaftar dan memiliki rencana kepemilikan yang lebih panjang. Besarnya dana tersebut juga membantu memperkuat likuiditas perdagangan Bitcoin di pasar AS. Meski begitu, sejumlah pengamat masih mempertanyakan daya tahan reli ini. Bitcoin sebelumnya mengalami koreksi berkepanjangan sejak Oktober. Dalam situasi seperti itu, kenaikan tajam dalam beberapa hari dapat diikuti aksi ambil untung. Investor yang membeli pada harga lebih rendah mungkin memilih menjual ketika harga mendekati level tinggi.
Perusahaan jasa keuangan BTIG mengingatkan bahwa pola serupa pernah terjadi pada Januari 2023. Ketika itu, Bitcoin sempat mencatat kenaikan cepat, tetapi kehilangan tenaga sebelum menemukan titik tumpu di sekitar rata-rata pergerakan 200 hari. Indikator tersebut menghitung rata-rata harga dalam 200 hari dan sering dipakai untuk membaca arah tren jangka menengah hingga panjang. Jika harga bertahan di atas rata-rata pergerakan itu, sebagian pelaku pasar dapat menilai tren masih sehat. Sebaliknya, penurunan di bawah level tersebut dapat memicu kehati-hatian baru. Indikator ini tidak menjamin arah harga, tetapi kerap digunakan bersama volume perdagangan dan arus dana untuk membaca kekuatan pasar. Lembaga riset pasar Fundstrat memiliki pandangan yang lebih positif. Fundstrat menilai aksi beli yang muncul setelah likuidasi posisi short menunjukkan adanya permintaan nyata, bukan hanya kenaikan sementara akibat penutupan posisi bearish. "Aksi beli yang terjadi setelah short squeeze pekan lalu menunjukkan bahwa reli Bitcoin kemungkinan lebih berkelanjutan daripada sekadar kenaikan taktis," kata analis Fundstrat. Penilaian tersebut didukung oleh beberapa perkembangan di pasar. Arus modal masuk ke ETF Bitcoin dan Ether meningkat. Volume perdagangan juga melonjak, menunjukkan aktivitas transaksi yang lebih ramai. Pada saat yang sama, penerbitan stablecoin bertambah. Stablecoin adalah aset kripto yang dirancang untuk menjaga nilai tetap dekat dengan mata uang tertentu, biasanya dollar AS. Pelaku pasar sering memakai stablecoin untuk memindahkan dana di dalam pasar kripto atau menunggu kesempatan membeli aset lain. Bertambahnya penerbitan stablecoin dapat memperluas dana yang siap digunakan untuk transaksi, meski tidak semua dana itu langsung masuk ke Bitcoin.
Advertising

BACA JUGA: 
Projo memberikan klarifikasi mengenai video viral Budi Arie yang membahas skenario politik untuk tahun 2029
Pasar opsi juga memperlihatkan perubahan sikap investor. Opsi memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu dalam periode yang telah ditetapkan. Data dari pasar ini dapat membantu melihat perkiraan pelaku pasar terhadap pergerakan harga dan tingkat risiko.
Aktivitas opsi menunjukkan bahwa investor mulai lebih memilih mempertahankan posisi dalam jangka panjang. Sikap itu berbeda dari strategi mengejar keuntungan cepat melalui transaksi harian. Meski demikian, pilihan posisi di pasar opsi tetap dapat berubah jika harga bergerak tajam atau sentimen makroekonomi memburuk. Fundstrat juga mencatat bahwa reli kali ini berlangsung tanpa pembelian baru dari Strategy. Perusahaan tersebut merupakan salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Dalam dua pekan terakhir, Strategy tercatat belum menambah kepemilikannya. Kondisi itu membuat kenaikan harga saat ini semakin bergantung pada arus dana ETF, aktivitas perdagangan, serta permintaan dari investor lain. Jika Strategy kembali membeli Bitcoin ketika permintaan ETF masih kuat, harga berpotensi memperoleh dorongan tambahan. Pembelian korporasi dalam jumlah besar dapat memengaruhi persepsi pasar, terutama ketika investor melihat adanya akumulasi dari perusahaan yang dikenal memiliki strategi kepemilikan Bitcoin jangka panjang. Reli ini tetap menghadapi risiko koreksi. Kenaikan lebih dari 20 persen dalam tiga hari membuat sebagian investor mungkin mengambil keuntungan. Perubahan imbal hasil obligasi, arus dana ETF, serta aktivitas posisi berjangka akan menjadi perhatian pasar dalam beberapa hari ke depan. Untuk saat ini, Bitcoin masih mendapat dukungan dari arus modal institusional dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko, tetapi kemampuan harga bertahan di atas level tinggi akan menentukan apakah penguatan ini berlanjut atau kembali melemah.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

×
X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews