Musi Rawas, Perssilam News - Presiden Prabowo Subianto menargetkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua pekan. Target itu disampaikan setelah pemerintah mengerahkan sumber daya besar untuk memadamkan api, mencegah perluasan titik kebakaran, serta mengurangi dampak asap di wilayah terdampak. Pemerintah saat ini mengoperasikan puluhan helikopter dan belasan pesawat untuk mendukung penanganan karhutla. Pesawat dan helikopter tersebut digunakan sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk untuk membantu pemadaman dari udara. Selain itu, pemerintah menyiapkan ratusan pompa air, ratusan bor air, serta berbagai peralatan lain yang dapat membantu petugas menemukan dan mengalirkan sumber air ke lokasi kebakaran. Ribuan personel juga diterjunkan untuk menangani karhutla. Mereka bekerja di wilayah yang terbakar, melakukan pemadaman, memantau kondisi lahan, dan mencegah api kembali menyebar.
Advertising
Penanganan tidak hanya dilakukan setelah api membesar, tetapi juga diarahkan untuk mengendalikan titik panas dan mengurangi risiko kebakaran baru. "Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi di beberapa tempat. Saya berharap dalam satu-dua minggu ini bisa selesai semua," ujar Presiden saat meluncurkan Program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. Presiden menyampaikan bahwa kondisi karhutla di sejumlah daerah mulai terkendali. Meski begitu, pekerjaan di lapangan masih harus dilakukan sampai seluruh titik api benar-benar padam dan tidak kembali muncul. Lahan yang terbakar, terutama area dengan kondisi kering, tetap perlu dipantau karena bara yang berada di dalam tanah dapat memicu kebakaran ulang. Penanganan karhutla melibatkan banyak unsur pemerintahan dan petugas. Pemerintah daerah bekerja bersama kementerian dan lembaga terkait untuk mengatur langkah pemadaman di wilayah masing-masing. TNI dan Polri turut membantu pengerahan personel, pengamanan lokasi, serta dukungan logistik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut mengoordinasikan upaya penanganan bencana dan kebutuhan di lapangan. "Semua bekerja secara efektif," ujar Presiden.
BACA JUGA: Saham Take-Two mengalami penurunan tajam setelah bocoran gameplay GTA 6 beredar
BACA JUGA: Komunitas MJI menyelenggarakan Turing Royal Heritage untuk menjelajahi pulau Jawa dan Bali
Advertising
Presiden menyebut pemerintah telah mengerahkan kekuatan besar untuk mengendalikan kebakaran. Dukungan udara diberikan melalui penggunaan helikopter dan pesawat. Di darat, petugas mengandalkan pompa air, bor air, kendaraan pendukung, serta peralatan pemadam yang disesuaikan dengan kondisi lokasi. Jumlah personel yang mencapai ribuan orang menunjukkan luasnya operasi penanganan karhutla yang berlangsung di sejumlah daerah. "Kita sekarang mengerahkan puluhan helikopter, belasan pesawat, berbagai teknik. Kemudian juga ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personel," ujar Presiden. Penggunaan bor air dan pompa menjadi bagian penting dalam pemadaman di lahan yang sulit dijangkau. Petugas membutuhkan pasokan air yang cukup untuk memadamkan api di permukaan sekaligus membasahi area sekitar agar api tidak merambat. Pada lahan gambut, penanganan dapat menjadi lebih sulit karena api bisa bergerak di bawah permukaan tanah dan tidak selalu terlihat dari atas. Presiden juga menyampaikan penghargaan kepada petugas yang bekerja langsung di lapangan. Mereka menghadapi panas, asap, medan yang sulit, serta waktu kerja yang panjang selama proses pemadaman. Kinerja petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan kebakaran dan melindungi kawasan yang berada di sekitar lokasi terdampak. "Saya besar hati, saya bangga dengan prestasi petugas-petugas kita di lapangan," kata Presiden. Kepala Negara mengatakan kondisi El Nino tahun ini cukup kuat. El Nino merupakan kondisi iklim yang dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.
Advertising
Cuaca yang lebih kering membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar. Api juga dapat menyebar lebih cepat ketika angin bertiup dan tanah kehilangan banyak air. "Tahun ini dunia mengalami apa yang disebut El Nino. El Nino ini cukup kuat tahun ini, salah satu yang terkuat diramalkan," ujar Presiden. Dengan kondisi tersebut, pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pemantauan titik panas, kesiapan personel, ketersediaan air, serta pengiriman peralatan menjadi bagian dari langkah yang dilakukan untuk menghadapi karhutla. Pemerintah juga perlu memastikan koordinasi antarwilayah berjalan cepat, sebab asap dan api dapat bergerak melampaui batas administrasi. Target penyelesaian dalam satu hingga dua pekan akan bergantung pada kondisi cuaca, luas area terbakar, akses menuju lokasi, dan kemampuan petugas menjaga titik api agar tidak kembali menyala. Pemerintah tetap mengarahkan seluruh unsur yang terlibat untuk bekerja sampai kebakaran tertangani dan wilayah terdampak berada dalam kondisi aman.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait






