Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Ada harapan bahwa harga emas akan meningkat bulan depan. Apakah sebaiknya memilih untuk menjual atau membeli? ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Monday, June 01, 2026

Ada harapan bahwa harga emas akan meningkat bulan depan. Apakah sebaiknya memilih untuk menjual atau membeli?


Indonesia, Perssilam - Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Namun jika melihat sepanjang Mei, harga logam mulia ini sebenarnya masih dalam tren koreksi. Pada Jumat 29 Mei 2026, harga emas spot berakhir di angka US$ 4.541,4 per troy ons. Angka ini naik 1,02 persen dari hari sebelumnya. Dalam satu pekan terakhir, emas naik tipis 0,55 persen secara point to point. Mei ditutup dengan catatan kurang baik karena total harga turun 1,76 persen sepanjang bulan. 
Advertising

BACA JUGA:
Meta Meluncurkan Layanan Langganan Berbayar untuk Instagram dan WhatsApp guna Mencari Keuntungan
Kondisi ini membuat harga emas kembali ke level awal tahun. Penurunan tajam terjadi sejak perang di Timur Tengah pecah akhir Februari lalu. Saat itu harga emas anjlok sekitar 14 persen. Konflik di wilayah tersebut menjadi pemicu utama naik turunnya harga emas. Pasar kini menunggu kabar pasti soal gencatan senjata selama 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran. 
Presiden Donald Trump sempat menulis di media sosial bahwa dia akan mengambil keputusan final soal kesepakatan damai ini. Namun laporan New York Times menyebut hal berbeda. Trump dikabarkan meninggalkan rapat selama dua jam tanpa mencapai keputusan apa pun. Ketidakpastian damai di Timur Tengah berdampak pada harga energi global. Jika konflik berlanjut, harga minyak dan gas bisa tetap tinggi. 
Advertising

BACA JUGA: 
De Rossi akan segera memperpanjang kontraknya dengan Genoa
Hal ini memicu inflasi yang membuat bank sentral sulit menurunkan suku bunga acuan. Emas adalah aset non-yielding atau aset yang tidak memberi bunga atau dividen. Investor cenderung kurang tertarik memegang emas jika suku bunga bank masih tinggi. Mereka lebih memilih menyimpan uang di instrumen yang memberi imbal hasil pasti. Prediksi harga emas untuk Juni kini menjadi perhatian. Pertanyaannya adalah apakah harga akan terus turun atau mulai naik lagi.
Secara teknikal pada timeframe bulanan, emas berada di zona bullish. Indikator Relative Strength Index atau RSI 14 hari menunjukkan angka 71. RSI di atas 50 berarti aset sedang menguat. Tapi angka di atas 70 menandakan kondisi overbought atau sudah jenuh beli. Di sisi lain, Stochastic RSI 14 hari justru menyentuh angka nol. Ini adalah kondisi oversold atau sangat jenuh jual. Ada potensi harga emas akan naik pada bulan Juni.
Advertising

BACA JUGA: 
Alex Lowes tidak menduga akan berada di posisi terdepan
Trader perlu memperhatikan pivot point di US$ 4.674 per troy ons. Jika harga melewati titik itu, emas bisa menguji resisten di rentang US$ 4.756 sampai US$ 4.838. Target berikutnya ada di US$ 4.909 sampai US$ 5.054. Target paling tinggi berada di angka US$ 5.192.
Foto :  bloombergtechnoz.com
Jika harga malah turun, support terdekat ada di US$ 4.529. Jika titik ini jebol, harga berisiko jatuh ke level US$ 4.448 sampai US$ 4.376. Support selanjutnya berada di kisaran US$ 4.294 sampai US$ 4.079. Titik terendah yang mungkin terjadi adalah US$ 4.053 per troy ons.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews