
Advertising
Hari sebelumnya, Rabu 15 April 2026, IHSG sudah tutup merah. Penurunannya mencapai 0,68 persen, atau 52,36 poin. Indeks berhenti di 7.623,58 poin. Saat itu, 380 saham turun harga. Hanya 292 saham yang naik. Sisanya, 149 saham, diam di tempat. Data ini tunjukkan tekanan jual lebih kuat daripada beli.
Pagi tadi, IHSG sempat buka lebih tinggi. Tapi analis lihat tanda koreksi. Herditya Wicaksana, Head of Research Retail MNC Sekuritas, beri prediksi jelas. "IHSG akan bergerak pada rentang 7.786-7.843," katanya pada 16 April 2026. Rentang itu jadi ujian batas atas, atau resistansi. Resistansi adalah level harga di mana saham sulit tembus naik. Banyak penjual muncul di situ.
Herditya juga bilang koreksi bisa datang cepat. Area turun terdekat ada di 7.457 hingga 7.578 poin. Itu zona support, tempat harga mungkin bertahan. Investor perlu awasi level ini dengan teliti.
Advertising
Beberapa faktor dorong pergerakan ini. Investor ambil untung setelah lima hari IHSG naik berturut-turut. Profit taking adalah jual saham untuk kunci keuntungan. Langkah ini tekan harga indeks ke bawah.
Nilai tukar rupiah juga melemah lawan dolar AS. Rupiah lelet membuat saham ekspor kurang menarik. Tekanan lain dari harga komoditas dunia. Minyak dunia turun di sesi sebelumnya. Emas ikut anjlok. Saham tambang dan energi rasakan dampaknya langsung.
Advertising
Pasar pantau negosiasi Iran dan AS. Pakistan jadi perantara. Isu geopolitik ini bikin ketidakpastian. Harga minyak sensitif pada berita Timur Tengah. Emas sering naik saat konflik, tapi kali ini malah turun.
Kondisi dunia ini ganggu pasar saham Indonesia. Investor pilih sikap waspada. Mereka tunda beli besar-besaran. Tunggu sinyal lebih jelas. Perhatikan data rupiah dan komoditas setiap hari. Itu kunci baca langkah selanjutnya IHSG.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











