Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Internasional : Cadangan minyak di Filipina semakin menipis, sehingga perlu mendatangkan impor dari Rusia ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Thursday, March 26, 2026

Internasional : Cadangan minyak di Filipina semakin menipis, sehingga perlu mendatangkan impor dari Rusia


Indonesia, Perssilam - Filipina bersiap impor minyak mentah dari Rusia. Ini kali pertama dalam lima tahun. Pengiriman sekitar 100.000 ton minyak jenis ESPO Blend akan tiba di terminal Bataan tak lama lagi. GulfNews melaporkan hal ini. Data pelayaran tunjukkan tanker Rusia Sara Sky berangkat dari pelabuhan Kozmino. Kapal itu menuju fasilitas Petron Corporation. 
Advertising

BACA JUGA:
Piala Dunia : Pertarungan Terakhir untuk Tiket Piala Dunia, Hidup Mati Timnas Italia
Langkah ini lahir dari pembicaraan antar pemerintah. Tekanan pasokan minyak dunia jadi pendorong utama. Amerika Serikat beri pengecualian sanksi khusus untuk urusan ini. Petron punya struktur kepemilikan campur. Pemerintah Filipina pegang kendali lewat Philippine National Oil Company. Mereka miliki 40 persen saham. Saudi Aramco juga pegang 40 persen. Sisanya milik publik. Petron jadi pemain besar di sektor kilang minyak Filipina. Mereka proses minyak mentah jadi bahan bakar siap jual.
Di urusan kebijakan dalam negeri, Presiden Ferdinand Marcos Jr. siap bertindak cepat. Dia akan tandatangani aturan baru. Aturan itu beri wewenang tunda atau turunkan pajak bahan bakar. Pemerintah bilang proses masih nunggu dokumen resmi.
"Sejauh yang saya tahu, dokumen itu masih ditunggu untuk diserahkan ke Presiden," kata Claire Castro. Dia tambah, "Presiden akan langsung tandatanganinya begitu datang."
Pemerintah tolak tuduhan ada penolakan dari dalam. Mereka tegas bilang kebijakan ini prioritas. Tujuannya redam lonjakan harga energi yang pukul warga.
"Atasannya jelas mau kebijakan ini langsung berlaku. Kendala satu-satunya dokumen belum sampai," ujar Castro lagi.
Rancangan aturan punya syarat ketat. Penyesuaian pajak baru bisa jalan jika harga minyak dunia rata-rata capai minimal 80 dolar AS per barel. Kondisi itu harus bertahan 30 hari berturut-turut. Sampai sekarang, harga belum sentuh ambang batas itu. Kebijakan ini bagian dari strategi pemerintah lawan gejolak harga energi. Ketegangan geopolitik jadi biang kerok utama. Penyesuaian pajak cuma berlaku untuk produk impor. 
Jadi, butuh pasokan impor beneran datang dulu. Harga bahan bakar lokal tetap ikut acuan dunia. Khususnya Mean of Platts Singapore atau MOPS. Itu indeks harga standar untuk Asia. Mekanisme harga pakai sistem first in, first out. Artinya, minyak masuk duluan keluar duluan untuk harga jual. 
EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews