
Indonesia, Perssilam - Massa dari Aliansi Masyarakat Muara Beliti Bersatu menggelar aksi unjuk rasa. Mereka datang ke Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas Kamis (26/2/2026) siang.
Polemik ini dimulai dari masalah Dana Alokasi Umum atau DAU. Dana tersebut merupakan alokasi dari pemerintah pusat untuk daerah, khususnya untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Diduga terdapat miskomunikasi antara RT yang lama dan pihak kelurahan. Sebagai unit terkecil di tingkat kelurahan. Akibatnya, anggaran DAU tahun 2025 mengalami silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran), yang berarti sisa dana yang tidak terserap. Hal ini memicu pemecatan 12 ketua RT. Massa langsung bereaksi dengan keras, mendesak agar lurah dinonaktifkan sementara untuk meredakan ketegangan di lapangan.
Advertising
"Kami akan terus berupaya agar lurah lengser. Tidak menutup kemungkinan akan ada gelombang aksi yang lebih besar," ujar koordinator aksi. Camat Muara Beliti, Supriyadi, menyayangkan terjadinya aksi pengrusakan tersebut. "Selama ini setiap masalah sudah kami usahakan diselesaikan dengan baik. Jangan sampai terjadi hal-hal seperti ini," katanya dengan tegas. Mengenai pelayanan di kantor lurah setelah insiden, Supriyadi menyatakan bahwa pihaknya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Asisten I, BKPSDM, dan Inspektorat. BKPSDM mengurus sumber daya manusia pemerintah daerah, sedangkan Inspektorat mengawasi keuangan dan tata kelola. "Jika diperbolehkan untuk tetap beraktivitas, maka pelayanan akan berjalan seperti biasa. Namun, jika situasi belum memungkinkan, pelayanan bisa dipindahkan sementara ke kantor kecamatan," tambahnya.
Sejumlah kaca depan dan samping kantor lurah pecah akibat lemparan batu dari pendemo. Beruntung, saat itu kantor dalam keadaan kosong dan tidak ada pelayanan, akibat aksi ini tidak ada korban jiwa atau luka. Petugas polisi dan Camat Muara Beliti segera menangani situasi tersebut. Mereka mengendalikan massa agar kerusakan tidak meluas. Lokasi kantor lurah berada dekat dengan Sekolah Dasar Negeri Muara Beliti dan bersebelahan dengan Kantor Pos Muara Beliti, sehingga risikonya tinggi jika kerusuhan meluas. Situasi akhirnya dapat terkendali. Dengan pendekatan persuasif akhirnya Aparat dapat membujuk massa bicara baik-baik. Setelah itu, garis polisi dipasang. Personel Polsek dan Polres Musi Rawas berjaga. Sampai siang hari. Antisipasi aksi lanjutan.
Advertising
Dalam demonstrasi ini, massa Menuntut Lurah Pasar Muara Beliti, Arif Candra, dicopot. Mereka nilai lurah pecat 12 ketua RT secara sepihak. Tanpa prosedur jelas. "Kami telah berulang kali menyuarakan tuntutan. Kami minta lurah itu segera dicopot dari jabatannya," kata Koordinator Aksi, Tommy J Pisa. "Lurah ini sudah melampaui batas wewenangnya sebagai pemimpin kelurahan." Kelurahan itu menanganni urusan warga setiap hari. Seperti kependudukan, izin usaha kecil, dan bantuan sosial. Tanpa solusi dari pihak berwenang. Emosi massa meledak. Mereka tak tahan kekecewaan lagi. Tommy sebut ini aksi jilid kelima. Tuntutan sebelumnya diabaikan. Pemerintah daerah diam seribu bahasa. Itu jadi pemicu bentrokan baru.
BACA JUGA:Futsal : Pertandingan penuh gol antara Indonesia dan Malaysia
BACA JUGA:Futsal : Pertandingan penuh gol antara Indonesia dan MalaysiaWarga merasa diabaikan terus-menerus. Mereka ingin masalah selesai cepat. Tommy tekankan urgensi copot lurah. Langkah itu pulihkan kepercayaan warga. dan Berharap hubungan RT dan kelurahan kembali harmonis. Warga berharap pemerintah responsif. Jangan biarkan isu DAU berlarut. Sebab dana itu krusial untuk pembangunan desa. dan kesejahteraan masyarakat dikelurahan Muara Beliti.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













