
Indonesia, Perssilam - Beberapa catatan literatur menyebutkan bahwa tradisi puasa di tanah Jawa sudah ada lama. Ini terjadi jauh sebelum Islam tiba di Nusantara sekitar abad ke-14. Kata puasa dalam bahasa Indonesia sendiri berasal dari bahasa Jawa. Di sana disebut pasa, yang berarti berpuasa, tapa, atau penghalang nafsu. Asal usul kata ini menelusuri ke bahasa Jawa Kuno.
Advertising
Ada pāśa, yang artinya jerat, ikatan, rantai, atau belenggu. Lalu upawāsa, tindakan rohani untuk menahan diri. Ini mencakup pantang dari segala kesenangan indra. Juga pantang makanan secara keseluruhan. Bayangkan seperti mengikat nafsu agar tidak lepas kendali.
Kedua kata itu berakar pada bahasa Sanskerta. Upavāsa berarti amalan keagamaan penuh pantangan. Pantangan itu bisa soal makan minum. Bisa juga kesenangan tubuh. Dan hal-hal lain yang mengganggu kesucian. Orang Jawa kuno pakai ini dalam kehidupan sehari-hari spiritual mereka.
Orang Jawa juga kenal kata siyam. Ini diambil dari bahasa Arab, shaum atau shiyam. Maknanya sama persis dengan pasa. Puasa di sini jadi alat kuat untuk kendalikan nafsu. Juga cara bersihkan jiwa. Sambil dekati Tuhan Yang Maha Esa. Bentuk puasanya beragam. Bisa tanpa makan minum sama sekali. Bisa tanpa hubungan suami istri. Atau lewat tapa, seperti meditasi keras.
BACA JUGA:Otosport : Hulkenberg Menunggu Kompetitor untuk Menilai Posisi Audi di F1 2026
BACA JUGA:Otosport : Hulkenberg Menunggu Kompetitor untuk Menilai Posisi Audi di F1 2026Semua tujuannya suci sekali. Yaitu capai kedekatan ilahi. Konsep puasa ini universal di seluruh peradaban manusia. Dari Timur ke Barat. Tujuannya selalu sama: ke arah yang ilahiah. Bukan sekadar ritual biasa. Contoh nyata ada di era Jawa Kuno, saat para penyair atau kawi berkarya. Mereka puasa saat susun karya sastra kakawin. Keyakinan mereka, kakawin jadi tirakat. Bisa bantu "menyatu" dengan Hyang Agung. Puasa bantu pikiran jernih. Jiwa tenang. Hasilnya, karya penuh wahyu spiritual. Tradisi ini tunjukkan betapa dalamnya akar puasa di budaya Jawa.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













