Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Budaya : Sekilas Sejarah Puasa di Jawa sebelum Ajaran Islam Masuk ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Rabu, Februari 25, 2026

Budaya : Sekilas Sejarah Puasa di Jawa sebelum Ajaran Islam Masuk


Indonesia, Perssilam - Beberapa catatan literatur menyebutkan bahwa tradisi puasa di tanah Jawa sudah ada lama. Ini terjadi jauh sebelum Islam tiba di Nusantara sekitar abad ke-14. Kata puasa dalam bahasa Indonesia sendiri berasal dari bahasa Jawa. Di sana disebut pasa, yang berarti berpuasa, tapa, atau penghalang nafsu. Asal usul kata ini menelusuri ke bahasa Jawa Kuno. 
Advertising

BACA JUGA:
Premier League : Coret Mo Salah Arne Slot, dapat memicu konflik internal di Liverpool
Ada pāśa, yang artinya jerat, ikatan, rantai, atau belenggu. Lalu upawāsa, tindakan rohani untuk menahan diri. Ini mencakup pantang dari segala kesenangan indra. Juga pantang makanan secara keseluruhan. Bayangkan seperti mengikat nafsu agar tidak lepas kendali.
Kedua kata itu berakar pada bahasa Sanskerta. Upavāsa berarti amalan keagamaan penuh pantangan. Pantangan itu bisa soal makan minum. Bisa juga kesenangan tubuh. Dan hal-hal lain yang mengganggu kesucian. Orang Jawa kuno pakai ini dalam kehidupan sehari-hari spiritual mereka.
Advertising

BACA JUGA:
Timnas : Seleksi untuk Tim Nasional U-17 telah dimulai
Orang Jawa juga kenal kata siyam. Ini diambil dari bahasa Arab, shaum atau shiyam. Maknanya sama persis dengan pasa. Puasa di sini jadi alat kuat untuk kendalikan nafsu. Juga cara bersihkan jiwa. Sambil dekati Tuhan Yang Maha Esa. Bentuk puasanya beragam. Bisa tanpa makan minum sama sekali. Bisa tanpa hubungan suami istri. Atau lewat tapa, seperti meditasi keras. BACA JUGA:Otosport : Hulkenberg Menunggu Kompetitor untuk Menilai Posisi Audi di F1 2026
Semua tujuannya suci sekali. Yaitu capai kedekatan ilahi. Konsep puasa ini universal di seluruh peradaban manusia. Dari Timur ke Barat. Tujuannya selalu sama: ke arah yang ilahiah. Bukan sekadar ritual biasa. Contoh nyata ada di era Jawa Kuno, saat para penyair atau kawi berkarya. Mereka puasa saat susun karya sastra kakawin. Keyakinan mereka, kakawin jadi tirakat. Bisa bantu "menyatu" dengan Hyang Agung. Puasa bantu pikiran jernih. Jiwa tenang. Hasilnya, karya penuh wahyu spiritual. Tradisi ini tunjukkan betapa dalamnya akar puasa di budaya Jawa.EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close