
Indonesia, Umat Islam selalu memperingati Isra Mi’raj setiap 27 Rajab. Tahun ini, hari itu jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Banyak masjid menggelar khutbah khusus. Jemaah berbondong-bondong hadir. Mereka ingin merenungkan makna mendalamnya.
Isra Mi’raj lebih dari cerita lama. Ini perjalanan hebat Nabi Muhammad SAW. Penuh hikmah. Ajarkan iman kuat. Buktikan kekuasaan Allah SWT. Umat belajar banyak dari sini.
Ini mukjizat besar Rasulullah SAW. Terjadi dalam semalam saja. Manusia sulit pahami. Logika tak sanggup ukur. Al-Quran ceritakan di surah Al-Isra ayat 1. Jadi keyakinan wajib bagi muslim.
Malam itu tepat 27 Rajab. Sekitar setahun sebelum hijrah ke Madinah. Allah SWT angkat Rasulullah dari Masjidil Haram di Makkah. Menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, Palestina. Itulah Isra. Perjalanan malam suci.
Lalu lanjut Mi’raj. Naiknya Nabi SAW tembus tujuh langit. Sampai Sidratul Muntaha. Tempat tertinggi. Di sana hadap Allah Ta’ala langsung. Tanpa perantara.
Peristiwa ini tunjukkan kuasa Allah. Tak ada yang mustahil baginya. Jarak ribuan kilometer ditempuh sekejab. Langit-langsit ditembus mudah. Rohani dan jasmani bersatu.
Sebelum berangkat, Malaikat Jibril bersihkan hati Nabi. Pakai air Zamzam. Air suci dari sumur di Makkah. Ini siapkan jiwa beliau. Siap jumpa Sang Pencipta.
Rasulullah naik Buraq. Hewan putih cepat luar biasa. Lebih laju dari cahaya. Malaikat Jibril dampingi sepanjang jalan. Menuju Masjidil Aqsa, singgah di tempat suci. Seperti Thaif dan Yordania. Di tiap tempat, shalat dua rakaat. Shalat malam penuh kekhusyukan.
Sampai Masjidil Aqsa, Nabi SAW pimpin shalat. Imam bagi semua nabi terdahulu. Nabi Musa, Ibrahim, dan lainnya ikut. Suasana khidmat luar biasa.
Dari situ, beliau naik langit pertama. Temui Nabi Adam. Lalu langit kedua jumpa Nabi Isa dan Yahya. Langit ketiga Nabi Yusuf. Keempat Nabi Idris. Kelima Nabi Harun. Keenam Nabi Musa. Ketujuh Nabi Ibrahim. Tiap pertemuan saling sapa. Penuh berkah.
Akhirnya tiba Sidratul Muntaha. Pohon besar batas akhir. Malaikat pun tak lewati. Di sini Allah perintahkan shalat. Awalnya lima puluh kali sehari. Nabi Musa saran kurangi. Akhirnya jadi lima waktu. Rahmat besar bagi umat.
Pulang ke Makkah, Rasulullah ceritakan. Kaum musyrik Makkah cemooh. Bilang mustahil. Tuduh mimpi belaka. Tapi Abu Bakar Ash-Shiddiq percaya penuh. Dia dapat gelar Shiddiq. Keyakinan teguh jadi teladan.
Dari Isra Mi’raj, umat Islam ambil pelajaran. Iman harus kuat. Patuhi perintah Allah. Shalat lima waktu hadiah istimewa. Tiap hari ingat perjalanan Nabi. Dekatkan diri pada Tuhan. Hidup penuh makna.
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :













