
Indonesia, Aksi massa nasional menuntut keadilan untuk Renee Good membara. Ketegangan antara otoritas lokal dan federal kian memuncak.
Pada Sabtu, 10 Januari 2026, gelombang protes besar menyapu Minneapolis. Puluhan ribu orang memadati jalanan. Mereka mengecam penembakan mematikan terhadap seorang wanita oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS, atau ICE. ICE bertugas tangani urusan imigrasi dan perbatasan.
Baca Juga: Teater Musikal "Bukan Cinta Galih/Ratna" Menyuguhkan Interpretasi Baru dari Kisah Legendaris
Protes ini jadi bagian dari lebih 1.000 aksi serupa. Rencana unjuk rasa tersebar di seluruh AS akhir pekan ini. Peserta tolak keras kebijakan deportasi pemerintah federal. Kebijakan itu dorong pengusiran imigran tanpa ampun. Massa tetap ramai meski cuaca dingin menusuk tulang di Minneapolis. Suhu turun jauh di bawah nol. Orang-orang bertahan berjam-jam. Mereka bawa spanduk dan teriak slogan keadilan.
Baca Juga: Hasil Liga Italia: Bologna kebobolan di menit terakhir, Como berhasil menghindari kekalahan
Renee Good berusia 37 tahun. Dia tewas ditembak petugas ICE pada Rabu lalu, 7 Januari 2026 Insiden itu terjadi saat penangkapan. Kematiannya nyalakan api kemarahan publik. Reaksi meledak di kota-kota besar AS seperti New York dan Los Angeles. Warga minta akuntabilitas penuh dari ICE.
Ellison Montgomery, 30 tahun, ikut protes. Dia bicara ke AFP. "Saya sangat marah. Benar-benar patah hati. Merasa hancur total. Saya hanya bisa berharap dan berdoa. Semoga situasi ini membaik segera."
Protes ini tunjukkan solidaritas nasional. Warga tolak kekerasan polisi imigrasi. Mereka desak perubahan kebijakan. Ketegangan lokal-federal tambah panas. Otoritas Minneapolis bentrok soal penanganan kasus. Masyarakat tunggu jawaban jelas dari pemerintah. (Red)
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :
Baca Juga: Android : Ulasan iPhone 17 Pro: Bahan Baru, Kinerja Dingin
Reaksi :













