Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Orang Tua Harus Mengetahui! 6 Risiko Asap Kembang Api bagi Anak saat Merayakan Malam Tahun Baru ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Selasa, Desember 30, 2025

Orang Tua Harus Mengetahui! 6 Risiko Asap Kembang Api bagi Anak saat Merayakan Malam Tahun Baru


Indonesia, Menyalakan kembang api jadi tradisi seru di malam Tahun Baru. Banyak negara lakukan ini, termasuk Indonesia. Di sini, orang sebut kembang api sebagai petasan. Mereka populer banget saat pergantian tahun. Anak-anak suka tonton ledakan warna-warni di langit malam. Ini jadi hiburan khas yang bikin suasana gembira.

Tapi orang tua harus ekstra hati-hati. Kembang api bahaya buat anak. Asapnya timbulkan masalah kesehatan serius. Anak rentan karena paru-paru mereka kecil dan sensitif. Bayangkan anak kecil hirup asap tebal sambil tertawa. Itu bisa picu batuk parah atau sesak napas. Data dari berbagai sumber tunjukkan ribuan kasus luka tiap akhir tahun. Makanya, penting pahami risikonya. Berikut 6 bahaya utama asap kembang api pada anak, rangkuman dari sumber terpercaya.

Advertising

  1. Iritasi saluran napas. Asap kembang api penuh partikel halus. Ada bahan kimia seperti sulfur dan logam berat. Anak yang main dekat-dekat langsung batuk kering. Napas jadi sesak. Dada terasa nyeri. Mata, hidung, dan tenggorokan iritasi hebat. KlikDokter bilang, "Asap kembang api juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, dan hidung." Contohnya, anak berusia 5 tahun bisa sesak napas dalam hitungan menit.

  2. Memicu asma dan alergi. Asap ini picu alergi baru pada anak sehat. Bagi yang sudah punya asma, gejala langsung kumat. Batuk bertambah parah. Napas pendek. Hidung meler. Misalnya, anak alergi debu tiba-tiba sesak setelah hirup asap 10 menit. Dokter sarankan jauhi pemicu seperti ini.

  3. Gangguan mata dan tenggorokan. Asap bikin mata perih dan berair. Seperti mata kena debu halus. Tenggorokan gatal atau terasa terbakar. Anak gosok mata terus. Bisa timbulkan infeksi jika tak segera cuci. Ini ganggu tidur malam Tahun Baru mereka.

Advertising

  1. Risiko keracunan. Hirup asap banyak atau lama picu pusing. Perut mual. Bahkan muntah. Logam berat dalam asap tingkatkan racun di tubuh. Kasus ekstrem butuh perawatan dokter. Anak yang berdiri dekat ledakan lama-lama tampak lemas.

  2. Berisiko tinggi pada bayi dan balita. Paru-paru bayi sangat sensitif. Asap masuk mudah. Dampaknya lebih berat daripada dewasa. Bayi bisa rewel terus. Napas cepat. Orang tua sering abaikan ini saat pesta di rumah.

  3. Rusak kesehatan kulit. Asap lengket di kulit anak. Picu gatal atau ruam merah. Kulit sensitif anak mudah iritasi. Gosok-gosok bikin luka.

Orang tua, waspadai tanda bahaya. Anak sesak napas setelah papar asap? Batuk tak berhenti? Tampak lemas? Langsung bawa ke dokter. Cegah dengan awasi anak jauh dari asap. Pilih tonton kembang api dari kejauhan. Malam Tahun Baru 2025 tetap aman dan menyenangkan. (Red)

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Advertising

kali
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close