![]() |
PBNU kumpulkan donasi miliaran rupiah. Dana itu bantu korban banjir bandang di Sumatra. Banjir itu timpa banyak wilayah. Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, serahkan bantuan langsung. Ia lakukan itu di pembukaan pleno.
Para kiai pimpin istighosah. Semua peserta ikut sepenuh hati. Suasana penuh khidmat. “Santunan ini diharapkan meringankan beban para korban,” kata Prof Moh Mukri. Ucapan itu ungkap harapan bersama.
Habib Ahmad Edrus Al Habsyi pandu doa pembuka. Doa itu minta berkah untuk acara. Wakil Rais Aam PBNU, KH Afifuddin Muhajir, pimpin doa penutup. Doa itu tutup sesi awal dengan tenang.
Pleno Sah dan Dianggap Istimewa
Rais Syuriyah PBNU, Mohammad Nuh, nyatakan pleno sah. Itu karena kuorum sudah lengkap. Semua sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PBNU. Daftar hadir jadi bukti kuat. Tak ada kekurangan peserta.
Pleno tarik pengurus NU dari berbagai tingkat. Ada pula dzuriyah pendiri NU. Dzuriyah ini keturunan tokoh seperti KH Hasyim Asy'ari. Kehadiran mereka beri nuansa khusus. Peserta rasakan acara begitu berarti.
Menteri Agama Nasaruddin Umar datang ke pleno. Ia hadir sebagai tamu undangan. “Saya bersyukur karena keputusan ini menjadi solusi terbaik,” ujarnya. Kata-kata itu tunjukkan dukungan pemerintah.
Nasaruddin Umar tegas bilang pemerintah tak campur urusan dalam PBNU. NU punya tradisi musyawarah sendiri. Organisasi ini selalu selesaikan masalah dengan cara internal. Itu cara mereka jaga harmoni.
BACA JUGA:Menjelang akhir tahun, BPOM menemukan ratusan merek kosmetik yang tidak memiliki izin
Zulfa Mustofa Siap Jalankan Amanah
KH Zulfa Mustofa anggap ini kehormatan besar. Tapi amanahnya berat. Ia janji jalankan tugas sampai akhir periode 2026. Komitmen itu ia ungkap tegas di pleno.
Zulfa ajak semua pengurus dan warga NU bersatu lagi. “Mari kita bersatu kembali di rumah besar kita ini,” katanya. Ajakan itu targetkan rekonsiliasi setelah polemik.
Prof Moh Mukri bilang pemberhentian KH Yahya Cholil Staquf final. Itu keputusan Syuriyah PBNU. Semua struktural NU wajib ikuti. Tak ada ruang bantah lagi.
Pleno dihadiri pimpinan Syuriyah dan Tanfidziyah. KH Miftachul Akhyar hadir. KH Anwar Iskandar juga ada. Petinggi NU lain beri dukungan penuh. Hasil pleno dapat sambutan luas.
Gus Yahya Siap Tempuh Jalur Hukum
Sebelum pleno, Gus Yahya sudah bicara. Ia siap ke pengadilan jika dialog tutup. Dialog soal polemik pemakzulan. Ia pertahankan prinsip organisasi. Musyawarah harus dibuka dulu.
“Kami siap menempuh jalur hukum demi menjaga tatanan organisasi,” kata Gus Yahya. Sikap itu lahir dari rasa tak berdasar permintaan mundur.
Gus Yahya ingatkan AD/ART PBNU. Ketua Umum hanya ganti lewat muktamar. Rapat Harian Syuriyah ia anggap cacat wewenang. Itu tak sesuai aturan dasar.
“Soal jabatan bukan yang utama, tapi tatanan organisasi harus dijalankan,” ujarnya. Ia ajak semua kembali ke mekanisme resmi. Langkah itu jaga kestabilan NU.














