![]() |
| Opini: Anugerah atau Malapetaka? Perkembangan Teknologi yang Mengakibatkan Kemunduran Diri |
Internet dan AI ubah cara dapat informasi. Dulu orang andalkan buku tebal atau koran harian. Info terbatas di perpustakaan jauh. Sekarang pencarian lewat Google beri hasil instan. AI seperti ChatGPT jawab pertanyaan rumit dalam detik. Akses ini hemat waktu.
BACA JUGA:Al Khaleej mengalami kekalahan telak, sementara Al Nassr meraih kemenangan dengan skor 4-1
Orang punya ruang lebih untuk kerja produktif. Ide kreatif pun muncul deras. Bayang mahasiswa hari ini. Mereka cari jurnal ilmiah di situs seperti Google Scholar. Berita terkini dari portal terpercaya. Literatur langka tersedia online. Teknologi perluas jaringan sosial juga. LinkedIn hubungkan teman kerja. Platform seperti Instagram bangun komunitas. Pengembangan diri gampang lewat YouTube. Kursus gratis di Coursera ajar keterampilan baru. Tutorial video bantu kuasai software sulit.
Manfaat besar ini tak lepas risiko. Ancaman utama adalah ketergantungan berlebih. Banyak anak muda tak bisa lepas gadget. Generasi Z sering pakai AI untuk tugas sekolah. Contoh nyata di kampus Indonesia. Mahasiswa salin jawaban AI untuk esai atau soal ujian. Kasus curang ini marak sejak 2023. AI memang ciptakan untuk bantu manusia. Ia kumpul data dari web luas. Tapi info itu rawan salah. Sumbernya campur aduk. Hoaks atau opini tak terbukti campur di situ. Bandingkan dengan buku teks. Buku punya referensi jelas. Teori dites ulang di lab. Jurnal ilmiah lewat peer review ketat. AI beda. Ia tiru apa adanya tanpa cek ulang.
BACA JUGA:Tim Nasional CP Indonesia Menyusun Strategi Khusus untuk Menghadapi Iran
Makanya info dari AI butuh saringan ketat. Cek sumber asli. Bandingkan fakta dari banyak tempat. Generasi muda sering abaikan langkah ini. Mereka telan mentah-mentah. Akibatnya kemampuan berpikir tajam pudar. Pecah masalah sendiri jadi susah. Otak malas olahraga. Mereka lupa cara riset manual di buku.
Teknologi seperti pedang bermata dua. Satu sisi beri berkah. Ia percepat kemajuan medis atau transportasi. Vaksin cepat lahir berkat AI analisis data pandemi. Di sisi lain ia timbulkan musibah. Privasi hilang karena data bocor. Lapangan kerja bergeser karena otomatisasi. Kuncinya pakai dengan bijak. Pahami dampaknya dulu. Ajarkan anak verifikasi info sejak dini. Buat aturan sekolah soal AI. Dorong keseimbangan offline-online. Dengan cara ini teknologi jadi alat kebaikan. Kita bentuk masa depan cerah. Generasi besok siap hadapi tantangan. Hidup lebih adil dan pintar.














