Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Opini: Anugerah atau Malapetaka? Perkembangan Teknologi yang Mengakibatkan Kemunduran Diri ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Senin, November 24, 2025

Opini: Anugerah atau Malapetaka? Perkembangan Teknologi yang Mengakibatkan Kemunduran Diri

Opini: Anugerah atau Malapetaka? Perkembangan Teknologi yang Mengakibatkan Kemunduran Diri

Indonesia, Perkembangan teknologi berjalan tanpa henti. Manusia purba di zaman batu sudah ciptakan alat sederhana seperti kapak batu. Alat itu bantu buru hewan dan potong makanan. Hidup jadi lebih mudah. Teknologi terus maju. Lonjakan besar muncul saat revolusi industri pada abad ke-18. Mesin uap ganti tenaga manusia. Pabrik bermunculan di Eropa dan Amerika. Produksi barang cepat melonjak. Lalu datang internet di akhir 1990-an. World Wide Web buka pintu akses global. Kini kecerdasan buatan atau AI kuasai bidang baru. AI belajar dari data besar. Ia bantu analisis cepat. Semua kemajuan ini ringankan beban kerja manusia. Hidup sehari-hari tambah nyaman.

Internet dan AI ubah cara dapat informasi. Dulu orang andalkan buku tebal atau koran harian. Info terbatas di perpustakaan jauh. Sekarang pencarian lewat Google beri hasil instan. AI seperti ChatGPT jawab pertanyaan rumit dalam detik. Akses ini hemat waktu. 

Advertising

BACA JUGA:Al Khaleej mengalami kekalahan telak, sementara Al Nassr meraih kemenangan dengan skor 4-1

Orang punya ruang lebih untuk kerja produktif. Ide kreatif pun muncul deras. Bayang mahasiswa hari ini. Mereka cari jurnal ilmiah di situs seperti Google Scholar. Berita terkini dari portal terpercaya. Literatur langka tersedia online. Teknologi perluas jaringan sosial juga. LinkedIn hubungkan teman kerja. Platform seperti Instagram bangun komunitas. Pengembangan diri gampang lewat YouTube. Kursus gratis di Coursera ajar keterampilan baru. Tutorial video bantu kuasai software sulit.

Manfaat besar ini tak lepas risiko. Ancaman utama adalah ketergantungan berlebih. Banyak anak muda tak bisa lepas gadget. Generasi Z sering pakai AI untuk tugas sekolah. Contoh nyata di kampus Indonesia. Mahasiswa salin jawaban AI untuk esai atau soal ujian. Kasus curang ini marak sejak 2023. AI memang ciptakan untuk bantu manusia. Ia kumpul data dari web luas. Tapi info itu rawan salah. Sumbernya campur aduk. Hoaks atau opini tak terbukti campur di situ. Bandingkan dengan buku teks. Buku punya referensi jelas. Teori dites ulang di lab. Jurnal ilmiah lewat peer review ketat. AI beda. Ia tiru apa adanya tanpa cek ulang.

Advertising

BACA JUGA:Tim Nasional CP Indonesia Menyusun Strategi Khusus untuk Menghadapi Iran

Makanya info dari AI butuh saringan ketat. Cek sumber asli. Bandingkan fakta dari banyak tempat. Generasi muda sering abaikan langkah ini. Mereka telan mentah-mentah. Akibatnya kemampuan berpikir tajam pudar. Pecah masalah sendiri jadi susah. Otak malas olahraga. Mereka lupa cara riset manual di buku.

Teknologi seperti pedang bermata dua. Satu sisi beri berkah. Ia percepat kemajuan medis atau transportasi. Vaksin cepat lahir berkat AI analisis data pandemi. Di sisi lain ia timbulkan musibah. Privasi hilang karena data bocor. Lapangan kerja bergeser karena otomatisasi. Kuncinya pakai dengan bijak. Pahami dampaknya dulu. Ajarkan anak verifikasi info sejak dini. Buat aturan sekolah soal AI. Dorong keseimbangan offline-online. Dengan cara ini teknologi jadi alat kebaikan. Kita bentuk masa depan cerah. Generasi besok siap hadapi tantangan. Hidup lebih adil dan pintar.

Reaksi :
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close