
Kehilangan kesempatan untuk meraih kemenangan membuat suasana semakin emosional bagi Vozinha
Indonesia, Perssilam News - Tanjung Verde membuat kejutan besar sebagai tim debutan di Piala Dunia 2026. Mereka berhadapan dengan Spanyol pada laga pembuka Grup H di Atlanta Stadium. Tim asal Afrika ini berhasil menahan imbang juara Eropa itu dengan skor 0-0. Hasil ini menjadi sejarah baru bagi negara tersebut. Sosok kunci di balik hasil ini adalah sang kiper, Vozinha. Penampilan hebatnya membuat ia terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan. Vozinha merasa bangga bisa meraih gelar pemain terbaik. Ia bilang tampil untuk negara tercinta adalah kehormatan besar.BACA JUGA: Megawati telah melakukan peresmian terhadap renovasi Istana Gebang dan juga patung Bung Karno
Menurutnya, hasil ini adalah pesan terima kasih untuk semua warga Cape Verde. Seluruh skuad sudah bekerja keras untuk sampai ke tahap ini. Ia merasa bahagia dan yakin rakyat Cape Verde patut bangga dengan hasil tersebut Setelah peluit akhir bunyi, Vozinha menangis di tengah lapangan. Ia teringat keluarga yang tidak bisa menonton laga itu. Vozinha dibesarkan oleh kakek dan neneknya. Namun, mereka berdua sudah meninggal beberapa tahun lalu. Ibunya juga tidak bisa hadir di stadion karena kendala visa. Biaya pengurusan dokumen sang ibu tidak sempat selesai tepat waktu.
Kiper yang kini membela klub Chaves ini punya karier yang panjang. Ia pernah bermain untuk tim nasional Tanjung Verde, Moldova, Slovakia, dan Siprus. Data dari Opta mencatat rekor menarik tentang Vozinha. Ia menjadi pemain tertua yang melakukan debut Piala Dunia untuk sebuah negara. Saat melawan Spanyol, usianya adalah 40 tahun dan 12 hari. Rekor sebelumnya dipegang oleh Eloy Room dari Curacao. Room mencatat rekor itu sehari sebelum laga Spanyol. Dalam sejarah Piala Dunia, hanya Essam El Hadary yang lebih tua dari Vozinha saat debut. Vozinha bercerita bahwa jalan menuju Piala Dunia sangat berat. Menghadapi tim kuat seperti Spanyol terasa seperti mimpi. Ia bangga pada semua orang yang membantu proses panjang tersebut. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras bertahun-tahun. Vozinha memulai karier profesionalnya cukup terlambat, yaitu saat usia 25 tahun. Bagi Vozinha, momen ini adalah hadiah untuk semua perjuangannya. Semua pengorbanan selama ini terbayar lunas.
Sepanjang laga, suporter Tanjung Verde sangat antusias. Mereka bersorak setiap kali Vozinha melakukan penyelamatan bola. Suasana tribun sangat ramai, seolah tim mereka baru saja mencetak gol. Beberapa menit setelah laga usai, Vozinha masih tersenyum. Ia menggenggam trofi pemain terbaik dengan erat di tangannya. Pesta bagi warga Cape Verde baru saja dimulai.
Penulis: RD73
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait






