
Indonesia, Perssilam News - Google membayar SpaceX 920 juta dollar AS setiap bulan. Jika dikonversi, jumlah itu mencapai Rp16 triliun. Dana besar ini digunakan untuk menyewa daya komputasi AI dan pusat data. Tujuannya adalah mendukung Gemini Enterprise agar tetap berjalan lancar, Jumat 6 Juni 2026.
Kerjasama 4 Tahun Pakai 110.000 Chip Nvidia
BACA JUGA: Hasil Fadia/Tiwi Indonesia Open 2026: Kalah Perempat Final dari Jepang Tapi Dapat Pelajaran Berharga
Informasi ini muncul dalam dokumen peraturan yang terbit pada Jumat 6 Juni 2026. Laporan dari Money juga mengonfirmasi kerja sama besar ini. Google butuh perangkat keras dalam jumlah banyak untuk melatih model AI mereka. CNBC melaporkan bahwa Google akan memakai 110.000 chip Nvidia. Selain unit pemrosesan grafis atau GPU, Google juga menyewa prosesor pusat dan memori di pusat data SpaceX.
Perjanjian ini mulai berlaku Oktober 2025 dan berakhir pada Juni 2029. Tarif sewanya tetap di angka 920 juta dollar AS per bulan atau sekitar Rp16 triliun per bulan.
Alasan Google: Pengguna Gemini Melonjak Tajam
Google mengambil langkah ini karena pengguna Gemini melonjak tajam. Juru bicara Google Cloud mengatakan jumlah pelanggan tumbuh lebih cepat dari prediksi awal. Mereka butuh kapasitas tambahan secara cepat untuk menghindari sistem yang lambat atau tumbang.
Syarat Berat: Denda Jika GPU Telat 30 September 2026
Namun, Google memasang syarat yang berat bagi SpaceX. Ada denda jika SpaceX gagal memenuhi janji infrastruktur. SpaceX harus menyediakan semua GPU sesuai jadwal. Jika akses GPU tidak tersedia pada 30 September 2026, Google punya dua pilihan. Mereka bisa memutus kontrak saat itu juga. Atau, Google tetap memakai GPU yang ada dengan harga yang lebih murah setelah masa tunggu satu bulan.
Kedua perusahaan juga punya hak untuk berhenti kerja sama. Mereka cukup mengirim surat pemberitahuan 90 hari sebelum kontrak berakhir.
BACA JUGA: Hasil Liga Inggris dan Klasemen EPL Terbaru
Dampak: SpaceX IPO Rp31,6 Kuadriliun Pekan Depan
Kesepakatan ini memperkuat posisi SpaceX di bisnis AI. Sebelumnya, SpaceX sudah bekerja sama dengan Anthropic, pembuat Claude AI. Anthropic menyewa seluruh kapasitas di pusat data Colossus 1 yang ada di Memphis, Tennessee.
Ekspansi ini terjadi saat Elon Musk mengubah struktur perusahaannya. Musk menggabung SpaceX dengan xAI, perusahaan AI miliknya. Penyatuan ini membuat mereka punya kekuatan besar untuk menyediakan kebutuhan komputasi global.
Saat ini, SpaceX bersiap masuk ke pasar saham. Perusahaan ini akan melakukan IPO pada pekan depan. Nilai perusahaan SpaceX diperkirakan mencapai 1,75 triliun dollar AS atau sekitar Rp31,6 kuadriliun. Angka ini sangat tinggi sehingga investor pasti sangat tertarik. Straits Times menyebut IPO ini akan jadi perhatian dunia. Investor ingin melihat bagaimana Musk menggabung bisnis luar angkasa dengan kecerdasan buatan.
BACA JUGA: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000 Per Gram Logam Mulia
Catatan: Data update 6 Juni 2026 pukul 23:00 WIB. Kurs 1 USD = Rp17.400.







